Rabu, 28 Januari 2026

Classic Promotions





IKLAN AWAL DI MASA KOLONIAL

Iklan pertama kali diperkenalkan di Hindia Belanda oleh Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Hindia Belanda tahun 1619 hingga 1629, Ia juga penerbit Bataviasche Nouvelle, isi iklan ialah informasi tentang teritorial wilayah dagang VOC, semacam iklan korporat sekarang ini, dan pengumuman-pengumuman pemerintah Hindia Belanda berkaitan dengan perpindahan pejabat terasnya di beberapa wilayah (Setiyono: 3). Iklan susu bubuk sudah ada di Betawi lebih dari seabad silam. Importirnya adalah Firma L. Platon, perusahaan besar penjual makanan dan minuman Belanda yang terkenal di Betawi. Salah satu iklannya dapat dilhat di koran “Bintang Barat” tanggal 12 Januari 1887 dengan lingua franca bahasa Melayu sebagai pengantar: “Pastinja soesoe jang toelen, dibikin boeboek dari paberik soesoe Switzerland, Si Gallen”. Selanjutnya terdapat petunjuk cara pembuatan antara lain: “Soesoe dengen goela teboe, dalem tjamboel 160 gram, tjampoer 1 liter aer panas, dapet 1 liter soesoe toelen, Soeda dipereksa sama dokter“. Adapun yang dimaksud dengan “tjamboel” ialah kaleng (Betawi Blogger).

Tahun dasawarsa tiga-puluhan merupakan era keemasan dan kejayaan periklanan di Indonesia era penjajahan. Hampir semua barang kebutuhan rumah tangga tersedia dan dipasarkan di kota-kota besar, iklan yang beredar waktu itu : iklan rokok, minuman, susu, obat-obatan, tembakau, pasta gigi, sabun, radio, lampu, sepeda sampai mobil dan perjalaan wisata (Hermanu, 2006: 15). Menjelang memasuki tahun empat puluhan, dua majalah mode masing-masing “de Mode Revue” 1939 dengan penerbit N.V. Boekhandel en Drukkerij v/h H. Van Ingen-Soerabaia, memuat iklan yang berisi artikel-artikel berkaitan dengan mode dan juga foto-foto serta sketsa aneka mode untuk wanita dewasa maupun anak-anak. Beberapa artikel umum lainnya, misalnya tentang makanan, perawatan tubuh, profil orang, dan lain-lain. Semua artikelnya ditulis dalam bahasa Belanda. Kondisi ini menunjukan bahwa di Hindia Belanda pada waktu itu selain telah terjadi perubahan sosial juga telah terjadi adanya perubahan estetis di masyarakat pribumi.

Promosi penerbangan Dutch Lines ke Hindia Belanda, menawarkan eksotika timur dengan latar belakang rumah Dewa dan perempuan Bali. (Sumber: Lavis Flicker Documentary)

Promosi penerbangan Dutch Lines ke Hindia Belanda, menawarkan eksotika timur dengan latar belakang rumah Dewa dan perempuan Bali.
(Sumber: Lavis Flicker Documentary)

Iklan susu Milk Maid, menawarkan suplemen Belanda dengan pesan singkat dan efektif. (Sumber: Iklan Enamel 1938)

Iklan susu Milk Maid, menawarkan suplemen Belanda dengan pesan singkat dan efektif.
(Sumber: Iklan Enamel 1938)

Menurut data dari Handboek of the Netherlands East Indies 1930 jumlah makananmakanan kaleng yang diimpor dari luar negeri memiliki nilai cukup besar. Selain makanan kaleng ada pula iklan peternakan sapi di beberapa kota besar seperti Batavia, Bandung dan Semarang. Misalnya Melkerij “Petamboeran” yang merupakan peternakan tertua dan terbesar serta terletak di Petamboeran, Paalmerah. Ada pula toko FROSCHER’S di Batavia-Centrum yang menyediakan roti dan kue. Selain yang segar ada pula susu dalam kaleng seperti iklan NESTLE’S MELK CO di Batavi a -Cent rum yang menyediakan susu kalengan seperti yang kita nikmati sekarang (Sangkelana Blogg). Masuknya produk industri modern ke Hindia Belanda sekaligus membawa iklan sebagai penunjang kegiatan promosi, oleh karenanya idiom yang dihadirkan sangat terasa nuansa budaya Eropanya (Kompas, 2007).

DEKAVE-5

Produk impor menandai peradaban baru hidup sehat kaum inlander. (Sumber: Pikat, Katalog Pameran Iklan Cetak di Bentara Budaya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Moments in Time

  Jam vintage adalah jam yang berasal dari masa lampau dan kini dihargai bukan hanya sebagai alat penunjuk waktu, tetapi juga sebagai simbol...